Kamis, 10 Oktober 2013


PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN IDIVIDU DALAM PERANAN SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT
Oleh : Wini Yulli .A

Pendahuluan
Keluarga merupakan orang yang paling dekat dengan kita, keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan karakter seseorang. Karena peranan keluargalah kita dapat hidup bermasyarakat. Keluarga mengajarkan kita untuk berperilaku baik terhadap anggota masyarakat yang lain agar kita dapat di terima  baik di dalam masyarakat tersebut. Dari penelitian saya keluarga merupakan hal penting yang mendukung seseorang sebagai anggota masyarakat. 

Tujuan
Artikel ini memiliki tujuan sebagai berikut :
1.      Agar kita mengetahui pentingnya peranan keluarga dalam prmbentukan individu sebagai anggota masyarakat.
2.      Mengetahui arti keluarga, masyarakat dan peranan – peranannya
3.      Melengkapi tugas Ilmu Sosial Dasar

1.     A.    Pengertian Keluarga
Untuk memahami lebih lanjut tentang keluarga maka kita harus memahami terlebih dahulu tentang pengertian keluarga.
Menurut pandangan sosiologis, keluarga dapat diartikan dua macam yaitu:
  1. Dalam arti sempit
Keluarga dalam arti ini hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Keluarga semacam ini disebut keluarga inti atau keluarga batin (nuclear family).
  1. Dalam arti luas
Keluarga dalam arti ini meliput semua pihak yang ada hubungan darah atau keturunan. Jadi, bukan hanya terdiri atas ayah, ibu dan anaktetapi juga meliputi kakek, nenek, paman, bibi, keponakan, dan sebagainya. Keluarga dalam arti ini bisa disebut keluarga keluarga besar atau keluarga luas (extended family), klan ataupun marga.
Menurut Bossard dan Boll ada dua jenis keluarga, dilihat dari hubungan anak, yaitu :
  1. Keluarga kandung atau keluarga biologis (family of procreation) adalah sebuah keluarga yang mempunyai hubungan darah dengan anak. Dengan kata lain keluarga ini terdiri atas ayah, ibu, dan anak kandung. Hubungan dalam keluarga biologis akan berlangsung terus. Hubungan darah antara anak-ayah-ibu tak mungkin dapat dihapus.
  2. Keluarga orientasi (family of orientation) adalah keluarga yang menjadi tempat bai anak untuk memperoleh perlindungan, pendidikan, tempat mengarahkan diri atau berorientasi. Di dalam keluarga orientasi ini terjadi interaksi antara anggota-anggota keluarga tersebut. Berbeda dengan keluarga biologis, maka dalam keluarga orientasi hubungan yang terjadi dapat terputus atau berubah dari waktu ke waktu.
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa keluarga merupakan satuan sosial yang paling dasar dan terkecil di dalam masyarakat. Keluarga dapat hanya terdiri atas dua orang, yaitu suami dan istri, atau ditambah dengan adanya anak-anak, baik yang dilahirkan ataupun yang diadopsi.

1.     B.    Karakteristik Keluarga

Menurut Burgess dan Locke ada empat karakteristik keluarga sebagai berikut :
  1. Keluarga adalah susunan orang yang disatukan oleh ikatan perkawinan darah, anak atau adopsi. Hasil dari ikatan perkawinan adalah lahirnya anak-anak, mereka juga merupakan anggota yang mendapatkan perlindungan, pengakuan serta prestise keluarga.
  2. Anggota keluarga ditandai dengan hidup bersama di bawah satu atap yang merupakan satu susunan rumah tangga atau “household”.
  3. Keluarga merupakan satuan terkecil yang terdiri atas orang-orang yang berinteraksi dan berkomunikasi sehingga menciptakan peranan sosial bagi suami, istri, ayah, ibu, putra (anak laki-laki), putri (anak perempuan), kakak laki-laki, kakak perempuan, adik laki- laki dan adik perempuan.
  4. Keluarga adalah memelihara suatu kebudayaan bersama, yang pada dasarnya diperoleh dari masyarakat. Suatu kebudayaan akan mempunyai kebudayaan sendiri dan dapat membedakannya dari keluarga yang lain.
Sebagai bahan perbandingan berikut dikemukakan karekateristik keluarga yang dikemukakan oleh Robert Mac Iver dan Charles Horton Page, sebagai berikut :
  1. Keluarga merupakan hubungan perkawinan.
  2. Bentuk suatu kelembagaan yang berkaitan  dengan hubungan perkawinan yang sengaja dibentuk atau dipelihara.
  3. Mempunyai sistem tata nama (nomenclatur), termasuk perhitungan garis keturunan.
  4. Mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggotanya dan berkaitan dengan kemampuan untuk mempunyai keturunan dan membesarkan anak.
  5. Merupakan tempat tinggal bersama, rumah atau rumah tangga.
1.     C . Peranan Keluarga dalam  Hidup Bermasyarakat
Pengertian Masyarakat

Masyarakat juga sering dikenal dengan istilah society yang berarti sekumpulan orang yang membentuk sistem, yang terjadi komunikasi didalam kelompok tersebut. Menurut Wikipedia, kata Masyarakat sendiri diambil dari bahasa arab, Musyarak. Masyarakat juga bisa diartikan sekelompok orang yang saling berhubungan dan kemudian membentuk kelompok yang lebih besar. Biasanya masyarakat sering diartikan sekelompok orang yang hidupa dalam satu wilayah dan hidup teratur oleh adat didalamnya.
Masyarakat Transisi adalah masyarakat yang dimana didalamnya terdapat perubahan isi atau orang. perubahan ini bisa dicontohkan seperti pekerjaan yang tidak pada masyarakat sebelumnya. Selain itu juga bisa dicontohkan orang Jawa menikah dengan orang Madura kemudian hidup dan tinggal di Madura.
Masyarakat awal mulanya terbentuk dari masyarakat kecil yang artinya sekumpulan orang. Misalnya sebuah keluarga yang dipimpin oleh kepala keluarga, kemudian dari kelompok keluarga akan membentuk sebuah RT dan RW hingga akhirnya membentuk sebuah dusun. Dusun pun akan membentuk Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, Hingga akhirnya negara.
Masyarakat tidak akan pernah terbentuk tanpa adanya seorang pemimpin. seorang pemimpin yang akan memimpin sebuah masyarakat bisa dipilih dengan berbagai cara. Seperti Pemilu, Pemilihan secara tertutup hingga keturunan pemimpin.Pemilihan pemimpin suatu daerah pasti sudah memiliki aturan masing masing yang biasa disebut adat istiadat.

Masyarakat menurut beberapa ahli

Menurut J.L. Gilin dan J.P. Gilin, Masyarakat adalah kelompok yang tersebar dengan perasaan persatuan yang sama.

Max Weber menjelaskan pengertian masyarakat sebagai suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.

Menurut sosiolog Emile Durkheim, masyarakat adalah suatu kenyataan objektif
individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.

Karl Marx berpendapat bahwa Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara
kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.

Masyarakat menurut M.J. Herskovits adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu.

Koentjaraningrat (1994) menjabarkan definisi masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.

Ralph Linton (1968), masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.

Ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya sebagai berikut.
a. Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b. Bergaul dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
c. Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
d. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.


Peranan Keluarga


Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Fungsi yang dijalankan keluarga dalam masyarakat adalah

1.Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.

2.Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

3.Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

4.Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

5.Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.

6.Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.

7.Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.

8.Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.

9.Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Berdasarkan pengertian, peranan, dan fungsi yang telah dijelaskan, maka sebuah keluarga saling ketergantungan dengan keluarga yang lain dalam hidup bermasyarakat

Kesimpulan
Keluarga merupakan contoh masyarakat yang paling dekat dengan kita, oleh karena itu peranan keluarga sangat penting dalam pembentukan karakteristik seseorang, sebuah  didikan keluarga yang baik pasti akan membantu kita di terima baik oleh  masyarakat. Kita tidah pernah bisa hidup tanpa bermasyarakat, karena manusia merupakan makhluk social yang saling membutuhkan.

Daftar Pustaka



Tidak ada komentar:

Posting Komentar