Rabu, 23 Oktober 2013

Rangkuman



Kata kebudayaan berasal dari kata budh—> budhi—> budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia (supartono, 2001; Prasetya, 1998)

Dari definisi budaya dapat dinyatakan bahwa inti pengertian budaya mengandung beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut :

a. Budaya itu beraneka ragam.
b. Budaya itu diteruskan melalui proses belajar.
c. Budaya itu terjabarkan dari komponen biologi, psikologi, sosiologi, dan eksistensi manusia.
d. Budaya itu berstruktur.
e. Budaya itu terbagi dalam aspek-aspek.
f. Budaya itu dinamis.
g. Nilai-nilai dalam budaya itu relative 

Unsur –unsur Budaya

Sistem kepercayaan
Sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia, maka masyarakat Indonesia sebelum adanya pengaruh Hindu-Buddha juga telah mempercayai adanya kekuatan di luar diri mereka. Sifat kerja sama antara rakyat dan pemimpinnya membentuk persatuan yang kuat, memunculkan kepercayaan, yakni memuja roh nenek moyang, memuja roh jahat dan roh baik bahkan mereka percaya bahwa tiap-tiap benda memiliki roh.
a. Animisme
     kepercayaan yang memuja arwah dari nenek moyang
b. Dinamisme
 kepercayaan bahwa pada benda-benda tertentu baik benda hidup atau mati     bahkan juga benda-benda ciptaan (seperti tombak dan keris) mempunyai kekuatan gaib dan dianggap bersifat suci.
c. Totemisme
kepercayaan menghormati binatang-binatang tertentu untuk dipuja dan     dianggapnya seketurunan

1.    Sistem kemasyarakatan atau organisasi social
Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan,masyarakatnya hidup berkelompok-kelompok dalam jumlah yang kecil. Tetapi hubungan antara kelompoknya sudah erat karena mereka harus bersama-sama menghadapi kondisi alam yang berat

2.    Sistem pengetahuan
Sejak zaman Neolithikum, masyarakat Indonesia telah mengenal pengetahuan yang tinggi, dimana masyarakat telah dapat memanfaatkan angin musim sebagai tenaga penggerak dalam aktivitas perdagangan dan pelayaran juga mengenal astronomi atau ilmu perbintangan sebagai petunjuk arah pelayaran atau sebagai petunjuk waktu dalam bidang pertanian.


3.     Bahasa
yaitu suatu sistem perlambangan yang secara arbitrel dibentuk atas unsur – unsur bunyi ucapan manusia yang digunakan sebagai gagasan sarana interaksi

4.         Kesenian
      Kesenian dikenal oleh masyarakat prasejarah pada zaman mesolithikum yang dibuktikan dengan adanya lukisan-lukisan pada dinding-dinding gua.
6.        Sistem mata pencaharian hidup
·      Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan
·      Masa Bercocok Tanam
·      Masa Perundagian
7.         Sistem peralatan hidup  
Zaman Batu
         Zaman batu adalah suatu periode ketika peralatan hidup manusia secara dominan terbuat dari batu, Zaman batu terbagi atas zaman batu tua, zaman batu madya, zaman batu baru, dan zaman batu besar.
a.       Zaman Batu Tua (Paleolithikum)
b.      Zaman Batu Madya (Mesolithikum)
c.       Zaman Batu Baru (Neolithikum)
d.       Zaman Batu Besar (Megalithikum)
Zaman Logam (Perundagian)
       Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya.
a. Zaman tembaga
b. Zaman perunggu
c. Zaman besi

 Percampuran Budaya di Masyarakat ( Akultrasi )

Pencampuran kebudayaan merupakan pedoman kata dari istilah bahasa Inggris acculturation. Percampuran merupakan suatu perubahan besar dari suatu kebudayaan sebagai akibat adanya pengaruh dari kebudayaan asing. Menurut Koentjaraningrat, percampuran menyangkut konsep mengenai proses sosial yang timbul jika sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur kebudayaan asing. Akibatnya, unsur-unsur asing lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan asli.

Mekanisme percampuran dapat digambarkan sebagai berikut.
1)      Unsur Budaya Asing yang Mudah Diterima
2)      Unsur Budaya Asing yang Sulit Diterima
3)      Unsur Budaya yang Sukar Diganti
4)      Individu yang Cepat dan Sukar Menerima Kebudayaan Asing
5)      Beberapa Bentuk Percampuran
a.        Substitusi
b.       Sinkretisme
c.        Penambahan (Addition)
d.       Penggantian (Deculturation)
e.        Originasi
f.        Penolakan (Rejection)

Dampak Positif

- dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir dan perilaku bangsa2 yg maju sehingga mampu mendorong kita untuk lebih baik lagi dan maju seperti mereka.
- adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri
- terjadinya akulturasi budaya yg mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yg unik.

Dampak Negatif

- masuknya budaya asing yg lebih mudah diserap dan ditiru oleh masyarakat baik tua maupun muda, dan parahnya yg ditiru biasanya yg jelek2. Meniru perilaku yg buruk
- adanya globalisasi bisa memungkinkan hilangnya suatu kebudayaan karena adanya percampuran antara kebudayaan lokal dgn kebudayaan dr luar, bisa juga karna memang tidak ada generasi penerus yg melestarikan budaya tsb.
- mudah terpengaruh oleh hal yg berbau barat. Generasi muda lupa akan identitasnya sebagai bangsa Indonesia karena perilakunya banyak meniru budaya barat.
- menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa kepedulian terhadap orang lain.
Padahal bangsa indonesia dulu terkenal dgn gotong royong.

Peran Keluarga Dalam Pembentukan Idividu Dalam Peranan Sebagai Anggota Masyarakat

1.Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.

2.Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

3.Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

4.Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

5.Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.

6.Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.

7.Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.

8.Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.

9.Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Berdasarkan pengertian, peranan, dan fungsi yang telah dijelaskan, maka sebuah keluarga saling ketergantungan dengan keluarga yang lain dalam hidup bermasyarakat

Kesimpulan

Banyak unsur yang terkandung dalam budaya , dan mengalami perkembangan dan perubahan sampai sekarang ini, manusia sangat erat kaitannya dengan budaya karena manusia tidak bisa terpisahkan dari budaya.
Kita sebagai warga Indonesia harus lebih mengetahui dan mempelajari unsur-unsur budaya kita sendiri , jika kita tidak mempelajari atau mengetahui tentang unsur budaya kita sendiri , budaya kita akan mudah di akui oleh Negara lain. Percampuran budaya dapat menyebabkan budaya Indonesia mengikuti tradisi barat dan hampir melupakan budayanya sendiri. Oleh karena itu keluarga berperan penting dalam menjaga dan mendidiknya sebagai anggota masyarakat agar bisa di terima di tengah-tengah masyarakat. Karena kita tidak bisa hidup tanpa bermasyarakat.

Sumber :
http://kartikatriutami.wordpress.com









Sabtu, 19 Oktober 2013



PERCAMPURAN BUDAYA DI MASYARAKAT

A.    Pengertian Budaya
Kebudayaan atau biasa juga kita kenal dengan nama cultuur dalam bahasa belanda dan culture dalam bahsa inggris dan tsaqafah dalam bahasa arab dan culere dalam bahasa latin yang artinya mengolah,mengarjakan,menyuburkan dan megembangkan. Dari segi arti ini timbullah istilah atau makna dari arti culture sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubag alam.
Di tinjau dari sudut bahasa Indonesia, budaya timbul dari bahasa sansekerta ”budhayah” yakni bentuk jamak dari “budhi” yang berarti budi atau akal, dari sudut pandang ini bisa kita ambil sebuah definisi bahwa kebudayaan adalah hasil budi daya dan akal manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.
Kebudayaan pada umumnya dikatakan sebagai proses atau hasil karya cipta dan rasa bahkan karsa manusia dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang barasal dari alam sekitarnya. Alam disamping memberikan fasilitas yang indah juga menghadirkan tantangan yang harus di hadapi, manusia memeliliki wawasan dan tujuan hidup tentu sesuai dengan kesadaran cita-citanya untuk memajukan umat manusia.

    B.  Percampuran Budaya di Masyarakat ( Akultrasi )

         Pencampuran kebudayaan merupakan pedoman kata dari istilah bahasa Inggris acculturation. Percampuran merupakan suatu perubahan besar dari suatu kebudayaan sebagai akibat adanya pengaruh dari kebudayaan asing. Menurut Koentjaraningrat, percampuran menyangkut konsep mengenai proses sosial yang timbul jika sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur kebudayaan asing. Akibatnya, unsur-unsur asing lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan asli.

        Proses percampuran berlangsung dalam jangka waktu yang relatif lama. Hal disebabkan adanya unsur-unsur kebudayaan asing yang diserap atau diterima secara selektif dan ada unsur-unsur yang tidak diterima sehingga proses perubahan kebudayaan melalui mekanisme percampuran masih memperlihatkan adanya unsur-unsur kepribadian yang asli.

Mekanisme percampuran dapat digambarkan sebagai berikut.

1) Unsur Budaya Asing yang Mudah Diterima

a.    Unsur-unsur kebudayaan yang konkret wujudnya, seperti benda-benda keperluan rumah tangga dan alat-  alat pertanian yang praktis dipakai.
b.      Unsur-unsur kebudayaan yang besar sekali gunanya bagi si pemakai. Contohnya kendaraan bermotor,seperti sepeda motor dan truk pengangkut.
c.       Unsur-unsur kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan masyarakat penerima. Contohnya, penerangan  listrik menggantikan penerangan tradisional dan telepon seluler menggantikan telepon rumah.

2) Unsur Budaya Asing yang Sulit Diterima

1.      Unsur-unsur kebudayaan yang wujudnya abstrak, misalnya paham atau ideologi negara asing.
2.      Unsur-unsur kebudayaan yang kecil sekali gunanya bagi si pemakai, contohnya cara meminum teh.
3.      Unsur-unsur kebudayaan yang sukar disesuaikan dengan keadaan masyarakat penerima, contohnya traktor pembajak sawah yang sukar menggantikan fungsi bajak yang ditarik kerbau pada lahan pertaniantertentu.

3) Unsur Budaya yang Sukar Digant

1.      Unsur yang memiliki fungsi luas dalam masyarakat. Misalnya, sistem kekerabatan yang masih berfungsi 
2.      luas dalam masyarakat Batak.
3.      Unsur-unsur yang ditanamkan pada individu sejak kecil dalam proses pembudayaan ataupun pemasyarakatan. Misalnya, kebiasaan makan masyarakat Indonesia yang memakan nasi akan sulit diganti dengan roti sebagai makanan pokok.

4) Individu yang Cepat dan Sukar Menerima Kebudayaan Asing

    Dipandang dari sudut umur, individu-individu yang berumur relatif muda umumnya lebih mudah menerima unsur-unsur dari luar dibandingkan individu-individu yang berusia lanjut. Selain itu, individu-individu yang sudah menerima kebaikan dari masyarakatnya akan sulit menerima unsur-unsur asing.

5) Beberapa Bentuk Percampuran

Menurut para antropolog, percampuran terjadi dalam berbagai bentuk sebagai berikut.

a.       Substitusi
Unsur budaya lama diganti dengan unsur budaya baru yang memberikan nilai lebih bagi para penggunanya. Contohnya, para petani mengganti alat pembajak sawah oleh mesin pembajak seperti traktor.

b.      Sinkretisme
Unsur-unsur budaya lama yang berfungsi padu dengan unsur-unsur budaya yang baru sehingga membentuk sistem baru. Perpaduan ini sering terjadi dalam sistem keagamaan, contohnya agama Trantayana di zaman Singosari yang merupakan perpaduan antara agama Buddha dan Hindu. Demikian juga pada tradisi keagamaan orang Jawa yang masih memperlihatkan perpaduan antara agama Hindu dan Islam.

c.       Penambahan (Addition)
Unsur budaya lama yang masih berfungsi ditambah unsur baru sehingga memberikan nilai lebih. Contohnya, di Kota Yogyakarta, penggunaan kendaraan bermotor melengkapi sarana transportasi tradisional, seperti becak dan andong.


d.      Penggantian (Deculturation)
Unsur budaya lama hilang karena diganti oleh unsur baru. Contohnya, delman atau andong diganti oleh angkot atau angkutan bermotor.

e.       Originasi
Masuknya unsur budaya baru yang sebelumnya tidak dikenal menimbulkan perubahan besar dalam kehidupan masyarakatnya. Contohnya, proyek listrik masuk desa menimbulkan perubahan besar dalam ke hidupan masyarakat desa. Energi listrik tidak hanya meng gantikan lampu teplok dengan lampu listrik, tetapi juga mengubah perilaku masyarakat desa akibat masuknya berbagai media elektronik, seperti televisi, radio, dan film.

f.       Penolakan (Rejection)
Akibat adanya proses perubahan sosial budaya yang begitu cepat menimbulkan dampak negatif berupa penolakan dari sebagian anggota masyarakat yang tidak siap dan tidak setuju terhadap proses percampuran tersebut. Salah satu contoh, masih ada sebagian orang yang menolak berobat ke dokter dan lebih percaya ke dukun.


Dampak Positif

- dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir dan perilaku bangsa2 yg maju sehingga mampu mendorong kita untuk lebih baik lagi dan maju seperti mereka.
- adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri
- terjadinya akulturasi budaya yg mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yg unik.

Dampak Negatif

- masuknya budaya asing yg lebih mudah diserap dan ditiru oleh masyarakat baik tua maupun muda, dan parahnya yg ditiru biasanya yg jelek2. Meniru perilaku yg buruk
- adanya globalisasi bisa memungkinkan hilangnya suatu kebudayaan karena adanya percampuran antara kebudayaan lokal dgn kebudayaan dr luar, bisa juga karna memang tidak ada generasi penerus yg melestarikan budaya tsb.
- mudah terpengaruh oleh hal yg berbau barat. Generasi muda lupa akan identitasnya sebagai bangsa Indonesia karena perilakunya banyak meniru budaya barat.
- menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa kepedulian terhadap orang lain.
Padahal bangsa indonesia dulu terkenal dgn gotong royong.



Sumber :