Kata kebudayaan berasal
dari kata budh—> budhi—> budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti
akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan
daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan
daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani, sehingga kebudayaan
diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia (supartono, 2001;
Prasetya, 1998)
Dari definisi budaya dapat dinyatakan bahwa inti
pengertian budaya mengandung beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut :
a. Budaya itu beraneka ragam.
b. Budaya itu diteruskan melalui proses belajar.
c. Budaya itu terjabarkan dari komponen biologi, psikologi, sosiologi, dan eksistensi manusia.
d. Budaya itu berstruktur.
e. Budaya itu terbagi dalam aspek-aspek.
f. Budaya itu dinamis.
g. Nilai-nilai dalam budaya itu relative
Unsur
–unsur Budaya
Sistem kepercayaan
Sejalan
dengan perkembangan kehidupan manusia, maka masyarakat Indonesia sebelum adanya
pengaruh Hindu-Buddha juga telah mempercayai adanya kekuatan di luar diri
mereka. Sifat kerja sama antara rakyat dan pemimpinnya membentuk persatuan yang
kuat, memunculkan kepercayaan, yakni memuja roh nenek moyang, memuja roh jahat
dan roh baik bahkan mereka percaya bahwa tiap-tiap benda memiliki roh.
a. Animisme
kepercayaan yang memuja arwah dari nenek moyang
b. Dinamisme
kepercayaan yang memuja arwah dari nenek moyang
b. Dinamisme
kepercayaan bahwa pada benda-benda tertentu
baik benda hidup atau mati bahkan juga benda-benda
ciptaan (seperti tombak dan keris) mempunyai kekuatan gaib dan dianggap
bersifat suci.
c. Totemisme
kepercayaan menghormati binatang-binatang tertentu untuk dipuja dan dianggapnya seketurunan
c. Totemisme
kepercayaan menghormati binatang-binatang tertentu untuk dipuja dan dianggapnya seketurunan
1. Sistem
kemasyarakatan atau organisasi social
Pada
masa berburu dan mengumpulkan makanan,masyarakatnya hidup berkelompok-kelompok
dalam jumlah yang kecil. Tetapi hubungan antara kelompoknya sudah erat karena
mereka harus bersama-sama menghadapi kondisi alam yang berat
2.
Sistem pengetahuan
Sejak
zaman Neolithikum, masyarakat Indonesia telah mengenal pengetahuan yang tinggi,
dimana masyarakat telah dapat memanfaatkan angin musim sebagai tenaga penggerak
dalam aktivitas perdagangan dan pelayaran juga mengenal astronomi atau ilmu
perbintangan sebagai petunjuk arah pelayaran atau sebagai petunjuk waktu dalam
bidang pertanian.
3.
Bahasa
yaitu suatu sistem perlambangan yang secara arbitrel
dibentuk atas unsur – unsur bunyi ucapan manusia yang digunakan sebagai gagasan
sarana interaksi
4.
Kesenian
Kesenian dikenal oleh masyarakat prasejarah pada zaman
mesolithikum yang dibuktikan dengan adanya lukisan-lukisan pada dinding-dinding
gua.
6.
Sistem mata pencaharian hidup
·
Masa Berburu
dan Mengumpulkan Makanan
·
Masa Bercocok
Tanam
·
Masa
Perundagian
7.
Sistem peralatan hidup
Zaman Batu
Zaman
batu adalah suatu periode ketika peralatan hidup manusia secara dominan terbuat
dari batu, Zaman batu terbagi atas zaman batu tua, zaman batu madya, zaman batu
baru, dan zaman batu besar.
a.
Zaman Batu Tua
(Paleolithikum)
b.
Zaman Batu
Madya (Mesolithikum)
c. Zaman Batu Baru (Neolithikum)
d. Zaman Batu
Besar (Megalithikum)
Zaman
Logam (Perundagian)
Pada
zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur
logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya.
a. Zaman tembaga
b. Zaman
perunggu
c. Zaman
besi
Percampuran Budaya di
Masyarakat ( Akultrasi )
Pencampuran
kebudayaan merupakan pedoman kata dari istilah bahasa Inggris acculturation.
Percampuran merupakan suatu perubahan besar dari suatu kebudayaan sebagai
akibat adanya pengaruh dari kebudayaan asing. Menurut Koentjaraningrat,
percampuran menyangkut konsep mengenai proses sosial yang timbul jika
sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur
kebudayaan asing. Akibatnya, unsur-unsur asing lambat laun diterima dan diolah
ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan
asli.
Mekanisme
percampuran dapat digambarkan sebagai berikut.
1)
Unsur Budaya
Asing yang Mudah Diterima
2)
Unsur
Budaya Asing yang Sulit Diterima
3)
Unsur
Budaya yang Sukar Diganti
4)
Individu
yang Cepat dan Sukar Menerima Kebudayaan Asing
5)
Beberapa
Bentuk Percampuran
a.
Substitusi
b.
Sinkretisme
c.
Penambahan
(Addition)
d.
Penggantian
(Deculturation)
e.
Originasi
f.
Penolakan
(Rejection)
Dampak Positif
- dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir dan perilaku bangsa2 yg maju
sehingga mampu mendorong kita untuk lebih baik lagi dan maju seperti mereka.
- adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri
- terjadinya akulturasi budaya yg mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yg unik.
- adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri
- terjadinya akulturasi budaya yg mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yg unik.
Dampak Negatif
- masuknya budaya asing yg lebih mudah diserap dan ditiru oleh masyarakat
baik tua maupun muda, dan parahnya yg ditiru biasanya yg jelek2. Meniru
perilaku yg buruk
- adanya globalisasi bisa memungkinkan hilangnya suatu kebudayaan karena adanya percampuran antara kebudayaan lokal dgn kebudayaan dr luar, bisa juga karna memang tidak ada generasi penerus yg melestarikan budaya tsb.
- mudah terpengaruh oleh hal yg berbau barat. Generasi muda lupa akan identitasnya sebagai bangsa Indonesia karena perilakunya banyak meniru budaya barat.
- menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa kepedulian terhadap orang lain. Padahal bangsa indonesia dulu terkenal dgn gotong royong.
- adanya globalisasi bisa memungkinkan hilangnya suatu kebudayaan karena adanya percampuran antara kebudayaan lokal dgn kebudayaan dr luar, bisa juga karna memang tidak ada generasi penerus yg melestarikan budaya tsb.
- mudah terpengaruh oleh hal yg berbau barat. Generasi muda lupa akan identitasnya sebagai bangsa Indonesia karena perilakunya banyak meniru budaya barat.
- menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa kepedulian terhadap orang lain. Padahal bangsa indonesia dulu terkenal dgn gotong royong.
Peran
Keluarga Dalam Pembentukan Idividu Dalam Peranan Sebagai Anggota Masyarakat
1.Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2.Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3.Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4.Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5.Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6.Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7.Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8.Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
9.Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Berdasarkan pengertian, peranan, dan fungsi yang telah dijelaskan, maka sebuah keluarga saling ketergantungan dengan keluarga yang lain dalam hidup bermasyarakat
Kesimpulan
Banyak unsur yang terkandung dalam budaya , dan mengalami
perkembangan dan perubahan sampai sekarang ini, manusia sangat erat kaitannya
dengan budaya karena manusia tidak bisa terpisahkan dari budaya.
Kita sebagai warga Indonesia harus lebih mengetahui dan
mempelajari unsur-unsur budaya kita sendiri , jika kita tidak mempelajari atau
mengetahui tentang unsur budaya kita sendiri , budaya kita akan mudah di akui
oleh Negara lain. Percampuran budaya dapat menyebabkan budaya Indonesia
mengikuti tradisi barat dan hampir melupakan budayanya sendiri. Oleh karena itu
keluarga berperan penting dalam menjaga dan mendidiknya sebagai anggota
masyarakat agar bisa di terima di tengah-tengah masyarakat. Karena kita tidak
bisa hidup tanpa bermasyarakat.
Sumber :
http://kartikatriutami.wordpress.com