DIA.LO.GUE ARTSPACE
Oleh
Wini Yulli Anisah
Langgam arsitektur modern, memiliki bentuk yang mendasar
bagi setiap desain bangunan di setiap kota termasuk kota-kota di Indonesia. Gaya arsitektur yang serba kotak ,tak berdekorasi,
per ulangan yang monoton sehingga mempunyai pandangan bahwa arsitektur adalah
olah pikir dan bukan olah rasa ,serta permainan ruang bukan bentuk. Sehingga pada arsitektur modern menggunakan material untuk
mengekspresikan space atau ruang.
Seperti pada Artspace yang terletak di
Jl. Kemang Sel. No.99A, RT.1/RW.2,
Bangka, Mampang Perapatan.,
Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730, Indonesia. Yang berada pada jalan utama, dengan
batasan site sebelah utara terdapat pemukiman padat, sebelah selatan terdapat
Habibi Center , sebelah timur yaitu kantor gojek Kemang dan sebelah barat
terdapat 7Eleven.
Dia.Lo.Gue Artspace adalah art space tempat karya
seni yang amat sangat beragam Melengkapi fungsi utamanya sebagai sebuah galeri,
keberadaan cafe dan toko di Dia.Lo.gue menjadi sebuah kesatuan yang tidak
terpisahkan. Fungsi ruang memang
diharapkan bisa menjadi ajang komunikasi dua arah. Pengunjung diberi kebebasan
untuk berekspresi dan berdialog, dalam wadah ruang yang tersedia.
Ruang, menjadi tempat utama di art space ini untuk menuangkan
beragam ekspresi seni. Desain ruang-ruang yang mengalir dengan koridor-koridor
penghubung, mendukung beragam kegiatan di art space ini.
Kasual, homey, meneduhkan, merupakan ekspresi yang tertangkap
dari Bangunan Dia.lo.gue, yang dikemas dalam arsitektur Modern tropis yang
kuat. Dirancang oleh Arsitek Andra Matin, bangunan ini menampilkan
penyatuan outdoor dan indoor, penciptaan void dan innercourt,
banyak bukaan, serta plafon tinggi.
Sinar matahari pun bebas menyapa masuk ke dalam ruang dan
menciptakan bayangan-bayangan yang menyejukkan.Kesan natural ditampilkan lewat
dominasi material beton unfinished dan kayu pada penyelesaian ruang dalam, yang
bersanding dengan perabot bangku dan meja kayu sederhana.Di bagian belakang,
terdapat ruang pamer yang lapang dan plafon tinggi, dengan ekspos struktur baja
dan kusen kayu yang begitu nampak natural, menampilkan kesan membumi. Kemasan
arsitektural dan interiornya, terlihat hangat dengan ekspresi material dan
lingkungan yang membentuk simfoni.Di halaman belakang dapat dijumpai hamparan
rumput hijau yang luas, beberapa pohon rindang, serta kolam ikan berdesain
simpel.
Sudut-sudut ruang termasuk ruang-ruang terbuka dimanfaatkan
untuk menampilkan seni instalasi. Obyek pameran ditempatkan sebagai elemen
estetika.
Pada Galeri ruangan dengan bentuk
persegi panjang dan warna ruangan yang serba putih dengan di padukan lantai
galeri yang dilapisi parket berwarna kayu
membuat langgam arsitektur modern pada Dia.Lo.Gue Artspace ini sangat
terlihat.
Dia.Lo.Gue Artspace memiliki ruang-ruang
yang terhubungan sangat baik karena bentuk-bentuk yang kotak sehingga membuat
tidak adanya ruang mati pada sisi ruang yang ada. Seperti ruang serbaguna dan
ruang galeri, dua ruangan ini terhubung dengan pemisahnya kaca sebagi
materialnya. Lalu setiap sisi pada ruangan ini dapat digunakan, karena tidak
adanya ruang mati.
Sirkulasi yang ada di dalam Dia.Lo.Gue
Artspace sangat sederhana yaitu sirkulasi linear. Sirkulasi ini melewati ruang
galeri, café dalam dan ruang serbaguna. Sirkulasi ini juga yang memberikan
pengalaman ruang yang terjadi di dalam Galeri Dia.Lo.Gue. Karena pada sirkulasi
ini melewati 3 ruang pada 1 sirkulasi linear.
Cahaya yang banyak masuk di dalam
ruang-ruang Dia.Lo.Gue dikarenakan banyaknya bukaan-bukaan di ruang-ruang
Dia.Lo.Gue Artspace sehingga membuat Dia.Lo.Gue Artspace cukup terang di siang
hari. Selain itu juga penggunaan cahaya lampu yang hanya di gunakan pada malam
hari saja.
Kehadiran ruang publik di tengah padatnya Ibukota, diharapkan
dapat menjadi inspirasi dan ruang gerak positif. Terlebih didukung suasana
hening dan teduh, sesuai dengan konsep Zen yang diusung.