KONTRUKSI BANGUNAN BERKELANJUTAN (RAMAH LINGKUNGAN)
HEMAT ENERGI. Topik ini kian mendominasi pemberitaan media
massa akhir-akhir ini. Tak heran memang. Harga minyak mentah dunia kini
mencapai kisaran 140-an US$ per barrel. Belum lagi pemadaman bergilir yang terpaksa
harus dilakukan karena beberapa pembangkit mengalami perbaikan. Sebuah artikel
menarik di harian kompas edisi 29 Mei 2008 menyajikan solusi menarik. Kita diajak
berpikir mulai dari awal membuat rumah yang hemat energi sekaligus ramah
lingkungan.
Kenaikan harga bahan bakar minyak
memukul telak industri properti di Tanah Air. Harga bahan bangunan meroket,
sementara daya beli masyarakat semakin menurun. Di tengah keterpurukan ekonomi
seperti ini, kita dituntut hidup hemat, bertindak bijak, dan kreatif dalam
segala lini kehidupan.
Kenaikan harga bahan bangunan
membuat masyarakat yang berniat atau telanjur tengah merenovasi dan membangun
rumah dipaksa mengevaluasi kembali rencana atau kegiatan pembangunan rumah yang
sedang berlangsung.
Prioritas pekerjaan disusun
ulang, utamakan kegiatan yang paling mendesak dilakukan. Penghematan
pengeluaran dengan membelanjakan bahan bangunan yang paling diperlukan untuk
pembangunan sekarang.
Ramah lingkungan = hemat
Fakta akibat pemanasan global mendorong lahirnya berbagai
inovasi produk industri terus berkembang dalam dunia arsitektur dan bahan
bangunan. Konsep pembangunan arsitektur hijau menekankan peningkatan efisiensi
dalam penggunaan air, energi, dan material bangunan, mulai dari desain,
pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke depan.
Desain rancang bangunan memerhatikan banyak bukaan untuk
memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami. Sedikit mungkin menggunakan
penerangan lampu dan pengondisi udara pada siang hari.
Desain bangunan hemat energi,
membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan
bermutu, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan. Atap-atap bangunan
dikembangkan menjadi taman atap (roof garden, green roof) yang memiliki nilai
ekologis tinggi (suhu udara turun, pencemaran berkurang, ruang hijau
bertambah).
Penggunaan material bahan
bangunan yang tepat berperan besar dalam menghasilkan bangunan berkualitas yang
ramah lingkungan. Beberapa jenis bahan bangunan ada yang memiliki tingkat
kualitas yang memengaruhi harga. Penetapan anggaran biaya sebaiknya sesuai
dengan anggaran biaya yang tersedia dan dilakukan sejak awal perencanaan
sebelum konstruksi untuk mengatur pengeluaran sehingga bangunan tetap
berkualitas.
Lakukanlah survei terlebih dahulu
untuk mencari alternatif bahan bangunan yang bersifat praktis, mampu memberi
solusi tepat kebutuhan bangunan, dan ramah lingkungan. Hal ini bisa dilihat
mulai dari lama waktu proses pengerjaan, tingkat kepraktisan, dan hasil yang
diperoleh.
Bangunan menggunakan bahan
bangunan yang tepat, efisien, dan ramah lingkungan. Beberapa produsen telah
membuat produk dengan inovasi baru yang meminimalkan terjadinya kontaminasi
lingkungan, mengurangi pemakaian sumber daya alam tak terbarukan dengan
optimalisasi bahan baku alternatif, dan menghemat penggunaan energi secara
keseluruhan.
Bahan baku yang ramah lingkungan
berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan bumi. Beragam inovasi
teknologi proses produksi terus dikembangkan agar industri bahan baku tetap
mampu bersahabat dengan alam. Industri bahan bangunan sangat berperan penting
untuk menghasilkan bahan bangunan yang berkualitas sekaligus ramah lingkungan.
Konstruksi yang berkelanjutan
dilakukan dengan penggunaan bahan-bahan alternatif dan bahan bakar alternatif
yang dapat mengurangi emisi CO2 sehingga lebih rendah daripada kadar normal
bahan baku yang diproduksi sebelumnya.
Bahan baku alternatif yang
digunakan pun beragam. Bahan bangunan juga memengaruhi konsumsi energi di
setiap bangunan. Pada saat bangunan didirikan konsumsi energi antara 5-13
persen dan 87-95 persen adalah energi yang dikonsumsi selama masa hidup bangunan.
Bangunan hijau
Semen, keramik, batu bata,
aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah
bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan.
Untuk kerangka bangunan utama dan
atap, kini material kayu sudah mulai digantikan material baja ringan. Isu
penebangan liar (illegal logging) akibat pembabatan kayu hutan yang tak
terkendali menempatkan bangunan berbahan kayu mulai berkurang sebagai wujud
kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu dan kelestarian bumi.
Peran kayu pun perlahan mulai digantikan oleh baja ringan dan aluminium.
Baja ringan dapat dipilih
berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya. Rangka
atap dan bangunan dari baja memiliki keunggulan lebih kuat, antikarat,
antikeropos, antirayap, lentur, mudah dipasang, dan lebih ringan sehingga tidak
membebani konstruksi dan fondasi, serta dapat dipasang dengan perhitungan
desain arsitektur dan kalkulasi teknik sipil.
Kusen jendela dan pintu juga
sudah mulai menggunakan bahan aluminium sebagai generasi bahan bangunan masa
datang. Aluminium memiliki keunggulan dapat didaur ulang (digunakan ulang),
bebas racun dan zat pemicu kanker, bebas perawatan dan praktis (sesuai gaya
hidup modern), dengan desain insulasi khusus mengurangi transmisi panas dan
bising (hemat energi, hemat biaya), lebih kuat, tahan lama, antikarat, tidak
perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjal saja, tersedia beragam warna,
bentuk, dan ukuran dengan tekstur variasi (klasik, kayu).
Bahan dinding dipilih yang mampu
menyerap panas matahari dengan baik. Batu bata alami atau fabrikasi batu bata
ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain) memiliki karakteristik
tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara, dan
menyerap panas matahari secara signifikan.
Penggunaan keramik pada dinding
menggeser wallpaper merupakan salah satu bentuk inovatif desain. Dinding
keramik memberikan kemudahan dalam perawatan, pembersihan dinding (tidak perlu
dicat ulang, cukup dilap), motif beragam dengan warna pilihan eksklusif dan
elegan, serta menyuguhkan suasana ruang yang bervariasi.
Fungsi setiap ruang dalam rumah
berbeda-beda sehingga membuat desain dan bahan lantai menjadi beragam, seperti
marmer, granit, keramik, teraso, dan parquet. Merangkai lantai tidak selalu
membutuhkan bahan yang mahal untuk tampil artistik.
Lantai teraso (tegel) berwarna
abu-abu gelap dan kuning yang terkesan sederhana dan antik dapat diekspos baik
asal dikerjakan secara rapi. Kombinasi plesteran pada dinding dan lantai di
beberapa tempat akan terasa unik. Teknik plesteran juga masih memberi banyak
pilihan tampilan.
Konsep ramah lingkungan dewasa
ini juga telah merambah ke dunia sanitasi. Septic tank dengan penyaring
biologis (biological filter septic tank) berbahan fiberglass dirancang dengan
teknologi khusus untuk tidak mencemari lingkungan, memiliki sistem penguraian
secara bertahap, dilengkapi dengan sistem desinfektan, hemat lahan, antibocor
atau tidak rembes, tahan korosi, pemasangan mudah dan cepat, serta tidak
membutuhkan perawatan khusus.
Kotoran diproses penguraian
secara biologis dan filterisasi secara bertahap melalui tiga kompartemen. Media
kontak yang dirancang khusus dan sistem desinfektan sarana pencuci hama yang
digunakan sesuai kebutuhan membuat buangan limbah kotoran tidak menyebabkan
pencemaran pada air tanah dan lingkungan.
Untuk mengantisipasi krisis air
bersih, kita harus mengembangkan sistem pengurangan pemakaian air (reduce),
penggunaan kembali air untuk berbagai keperluan sekaligus (reuse), mendaur
ulang buangan air bersih (recycle), dan pengisian kembali air tanah (recharge).
Beberapa arsitek sudah mulai
mengembangkan sistem pengolahan air limbah bersih yang mendaur ulang air
buangan sehari-hari (cuci tangan, piring, kendaraan, bersuci diri) maupun air
limbah (air buangan dari kamar mandi) yang dapat digunakan kembali untuk
mencuci kendaraan, membilas kloset, dan menyirami taman, serta membuat sumur
resapan air (1 x 1 x 2 meter) dan lubang biopori (10 sentimeter x 1 meter) sesuai
kebutuhan.
Penggunaan panel sel surya
meringankan kebutuhan energi listrik bangunan dan memberikan keuntungan tidak
perlu takut kebakaran, hubungan pendek (korsleting), bebas polusi, hemat
listrik, hemat biaya listrik, dan rendah perawatan. Panel sel surya diletakkan
di atas atap, berada tepat pada jalur sinar matahari dari timur ke barat dengan
posisi miring. Kapasitas panel sel surya harus terus ditingkatkan sehingga
kelak dapat memenuhi kebutuhan energi listrik setiap bangunan.
SUMBER : http://www.alpensteel.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar